Lubuk Larangan Desa Sisundung Kecamatan Angkola Barat

By Dinas Perikanan Daerah 21 Jul 2020, 14:45:47 WIB Utama
Lubuk Larangan Desa Sisundung Kecamatan Angkola Barat

Manusia merupakan makhluk yang tak akan pernah terpisahkan dari alam. Adanya lubuk larangan, baik disadari atau tidak merupakan bentuk kearifan budaya yang bertujuan untuk melestarikan alam serta menjaga kelangsungan makhluk hidup di dalamnya. Secara ekologi dampak kearifan budaya lubuk larangan adalah mencegah kerusakan lingkungan sungai, menanggulangi kerusakan sungai dan memulihkan kerusakan lingkungan air serta ekosistem air. Ikan-ikan yang ada di lubuk larangan juga akan terus terjaga karena di lubuk larangan hanya diperbolehkan menangkap ikan satu kali dalam satu tahun. Hal ini bertujuan agar ikan-ikan berukuran kecil tersebut diberi kesempatan untuk besar dan dapat bertelur agar ikan-ikan diperairan tersebut tidak habis atau terputus regenerasinya. Ikan yang besar juga memiliki daging yang lezat dan lebih gurih.

Ketergantungan masyarakat Desa Sisundung Kecamatan Angkola Barat akan sungai membuat masyarakat senantiasa menjaga dan melestarikan sungai ini, salah satunya membentuk Lubuk Larangan. Lubuk larangan merupakan suatu kawasan di sepanjang sungai yang telah disepakati bersama sebagai kawasan terlarang untuk mengambil ikan baik dengan cara apapun apalagi dengan cara yang dapat merusak lingkungan sungai. Kesepakatan ini tertuang dalam aturan adat dan hukum adat yang berlaku untuk komunitas adat Desa Sisundung Kecamatan Angkola Barat.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment