Pelestarian Sungai Melalui Kegiatan Lubuk Larangan

By Dinas Perikanan Daerah 27 Des 2018, 10:29:44 WIB Utama
Pelestarian Sungai Melalui Kegiatan Lubuk Larangan

 

 “Lubuk Larangan” Salah satu program Dinas Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk melestarikan ekosistem sungai. Lubuk larangan dapat diartikan bagian dari sungai yang dilarang untuk dieksplotasi atau dibatasi pengambilan ikannya dalam kurun waktu tertentu atas dasar kesepakatan bersama antara masyarakat. Secara sederhana orang akan cepat mengartikanya sebagai suatu  kawasan yang dilindungi dalam masa tertentu.

Apabila ada salah seorang masyarakat melanggar aturan tersebut akan menerima sanksi baik sanksi sosial ataupun pidana. Disebagian wilayah terumata di daerah Tapanuli Selatan, lubuk larangan yang dibentuk dibacakan mantra oleh tetua adat agar lubuk larangan tersebut aman dan tidak dieksploitasi selama masa lubuk larangan. Lubuk larangan juga merupakan salah satu wujud kepedulian masyarakat untuk mau bekerja sama melestrarikan sungai.

Bantuan yang diberikan merupakan benih ikan mas, nila, dan tawes sekitar 7.000 ekor. Selain ikan, Dinas Perikanan Daerah Tapanuli Selatan juga memberikan papan merek dan tanda batas lubuk larangan sebagai tanda bahwa kawasan ini adalah kawasan terlarang untuk diambil ikannya pada waktu tertentu. Pada waktunya, melalui kesepakatan bersama sebuah lubuk larangan lalu dibuka, dipanen, dan hasilnya digunakan untuk keperluan masyarakat seperti untuk pembangunan surau.

Untuk Tahun 2018 ini, ada 6 (enam) kelompok yang mendapat bantuan ini, yaitu: Kelompok NNB Saroha (Desa Situmba, Kec. Angkola Selatan), Al-Ikhlas (Desa Sorimanaon, Kec. Batang Angkola), Satahi (Desa Sitinjak, Kec. Batangtoru), Dalihan Natolu (Desa Marsada, Kec. Sipirok), Satahi (Desa Sampean, Kec. Sipirok), dan Maju Bersama (Desa Saut Banua Simanosor, Kec. SD Hole).

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Ir. Lely Anita Lubis, MM. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan bahwa Pemberian bantuan ini, merupakan wujud nyata kepedulian Dinas Perikanan Daerah untuk mendukung dan membantu masyarakat untuk melestarikan ekosistem sungai. Dengan bantuan ini diharapkan masyarakat  dapat kembali melestarikan sungai agar ekosistem sungai tersebut tetap seimbang dan berkelanjutan agar kelak anak cucu kita masih bisa berkata “ Lestari alamku, lestari tanahku dimana Tuhanku menciptakan aku” (ASAP, 02)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment